Rekonstruksi Prinsip Evaluasi Pendidikan Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus: Studi Kasus Inovasi Asesmen di Sekolah Luar Biasa

Authors

  • Farkhan Syahrul Mubarok Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Tiara Pelangi Arafah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Roisna Kamila Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Ma'mun Hanif Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52121/alacrity.v6i3.1100

Keywords:

Asesmen Adaptif, Evaluasi Pendidikan, Peserta Didik Berkebutuhan Khusus, Inovasi Asesmen, SLB

Abstract

Evaluasi pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus menghadapi tantangan karena keragaman karakteristik, kemampuan, kebutuhan belajar, serta cara peserta didik menunjukkan kompetensinya. Penggunaan instrumen dan prosedur asesmen yang seragam berpotensi menghasilkan informasi yang kurang representatif, sehingga diperlukan inovasi asesmen yang mampu mengakomodasi kebutuhan individual tanpa mengurangi tuntutan kompetensi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik inovasi asesmen bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, mengidentifikasi pertimbangan guru dalam menyesuaikan proses dan instrumen evaluasi, serta merumuskan rekonstruksi prinsip evaluasi berdasarkan praktik asesmen di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi kepala sekolah, guru, dan orang tua. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi asesmen dilakukan melalui adaptasi instrumen, media, waktu, instruksi, dan bentuk respons berdasarkan karakteristik peserta didik. Temuan juga menunjukkan adanya rekonstruksi prinsip evaluasi menjadi objektivitas kontekstual, keadilan aksesibel, validitas fungsional, kontinuitas perkembangan, dan komprehensivitas individual. Model asesmen yang dihasilkan menempatkan karakteristik peserta didik, identifikasi kebutuhan, tujuan pembelajaran, adaptasi asesmen, pengumpulan bukti, interpretasi perkembangan, dan tindak lanjut pembelajaran sebagai suatu siklus berkelanjutan. Penelitian menegaskan bahwa inovasi asesmen bukan sekadar variasi instrumen, melainkan perubahan dalam memperoleh dan memanfaatkan bukti belajar untuk mendukung perkembangan individual peserta didik.

Downloads

Published

2026-10-22