Strategi Guru dalam Mengimplementasikan Moderasi Beragama pada Pesantren Modern di Provinsi Jambi
DOI:
https://doi.org/10.52121/alacrity.v5i3.997Keywords:
Moderasi Beragama, Strategi Guru, Pesantren Modern, Pendidikan IslamAbstract
Moderasi beragama merupakan agenda strategis dalam pendidikan Islam kontemporer, terutama di tengah meningkatnya tantangan radikalisme, eksklusivisme, dan disrupsi digital. Pesantren modern memiliki posisi penting sebagai institusi yang mengintegrasikan tradisi keislaman dengan sistem pendidikan formal, sehingga berpotensi kuat dalam menanamkan nilai keberagamaan yang moderat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengimplementasikan moderasi beragama pada pesantren modern di Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru keagamaan, pengasuh pesantren, pimpinan pesantren, dan santri yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama dilakukan melalui strategi integrasi kurikulum, keteladanan guru dan kiai, penguatan literasi digital keagamaan, serta keterlibatan santri dalam kegiatan sosial berbasis kearifan lokal. Strategi tersebut tidak bersifat normatif semata, tetapi terinternalisasi dalam praktik pedagogik dan budaya kelembagaan pesantren. Temuan ini menegaskan bahwa guru berperan sebagai aktor kunci dalam membangun nalar keagamaan moderat santri melalui pendekatan pedagogis yang kontekstual dan transformatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model implementasi moderasi beragama berbasis pesantren modern yang relevan dengan konteks lokal dan tantangan global pendidikan Islam.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Samsul Bahry Harahap, Yudesman, Muhammad Munawir Pohan, Wawan Novianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











